Rabu, 26 Oktober 2011

Apakah Engkau Mau Membantu Aku?

Pada tahun 1989 gempa bumi yang berkekuatan 8,2 Skala Richter hampir meratakan Armenia, dan telah membunuh lebih dari tiga puluh ribu orang dalam waktu kurang dari empat menit. Di tengah-tengah keadaan yang sama sekali hancur dan kacau balau, seorang  bapa meninggalkan istrinya dengan aman di rumah dan bergegas ke sekolah dimana anaknya berada. Di sana ia hanya menemukan bahwa gedung sekolah itu sama ratanya dengan tanah.
Setelah shock pada awal yang menimbulkan trauma, ia teringat akan janjinya kepada anaknya “Tidak peduli apapun yang terjadi, saya akan selalu berada di sampingmu”. Air mata mulai memenuhi matanya. Ketika memandang tumpukkan reruntuhan yang sebelumnya adalah gedung sekolah, anak itu kelihatannya tidak dapat tertolong lagi, tetapi ia mengingat janjinya kepada anaknya.
Ia mulai memusatkan ingatannya pada tempat ia mengantarkan anaknya ke kelas setiap pagi. Ketika ia mengingat bahwa ruang kelas anaknya terletak di sudut kanan belakang gedung itu, ia bergegas ke sana dan mulai menggali reruntuhan itu.
Pada saat ia sedang menggali, para orangtua lain yang juga sedih tiba ditempat itu, memegang dada mereka sambil berkata “Putraku ! Putriku !”. Para orangtua lain itu mencoba menarik dia dari antara reruntuhan itu sambil berkata “Sudah terlalu terlambat”
“ Mereka sudah meninggal”
          “ Engkau tidak dapat membantu”
                   “ Pulanglah”
         “ Mari, hadapilah kenyataan”
                   “ Engkau hanya akan memperburuk keadaan”
  Kepada setiap orangtua itu ia menjawab dengan satu perkataan “Apakah kamu mau menolong saya?”. Kemudian ia melanjutkan menggali batu demi batu untuk mencari anaknya.
Dengan penuh semangat ia terus menggali seorang diri karena ia perlu mengetahuinya sendiri “Apakah putraku masih hidup atau mati?” tanyanya. Ia meneriakkan nama putranya “Armand”. Ia mendengar jawaban “ayah”. Ini saya, ayah. Saya mengatakan kepada anak-anak yang lain jangan khawatir. Saya mengatakan kepada mereka bahwa jika engkau masih hidup, saya akan menyelamatkan engkau, dan ketika engkau menyelamatkan saya, mereka juga akan diselamatkan. Engkau berjanji “Tidak peduli apapun yang terjadi, saya akan selalu hadir di sampingmu. Engkau melakukan itu, ayah”.





0 komentar: